Kalo Anda berjalan-jalan di Universitas Brawijaya pada tahun 2000an, mungkin sesekali Anda akan berjumpa dengan kakek penjual bolu. (eling gak Rek?)... Biasanya kakek masuk dari gerbang timur (panjaitan), melintas di depan kompleks unitas, belok kiri lewat depan Masjid Raden Patah, terus belok kanan ke Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik dan entah ke mana lagi,,, mungkin keliling kampus. Jalannya tertatih--mungkin karena umurnya yang sudah sangat tua.
Sebuah kotak asongan tergantung di pundaknya. Anda tahu isinya Kawan??? "Bolu",,,,ya tentu saja,,,,judulnya saja kakek penjual bolu, masak isinya rokok?? :-)). Dengan semangat dia menawarkan dagangannya,, "Bolu.....bolu.......". Teriakan yang nyaris tak terdengar, kalah dengan hiruk pikuk obrolan mahasiswa.
Kawan, aku tak hendak bercerita tentang penderitaan.....